Mengenal Konsep Rumah Tahan Gempa dan Ciri-Cirinya

Sebagai negara dengan intensitas gempa yang relatif sering, terlebih karena lokasi geografisnya, maka desain rumah yang hendak dibangun juga perlu mempertimbangkan faktor ini. Salah satunya adalah dengan adanya konsep rumah tahan gempa.

Berikut ini adalah gambaran ringkas tentang konsep rumah tahan gempa beserta ciri-cirinya. Selamat membaca!

Permukaan Tanah Tempat Rumah Akan Dibangun

Tentunya, permukaan tanah merupakan salah satu bagian yang paling terpengaruh ketika gempa terjadi. Karena itu, rumah tahan gempa idealnya dibangun di atas permukaan tanah yang kepadatannya cukup baik, tidak porus, dan keras agar getaran karena gempa tidak mengubah permukaan dan merusak struktur bawah bangunan.

Desain Rumah Simetris dan Sederhana

Desain yang demikian, tanpa adanya aksen atau bentukan berlebihan, rupanya sangat baik untuk rumah yang tahan gempa. Sebab bentuk yang simetris bantu memperkokoh struktur bangunan dan bantu agar persebaran gaya jadi merata. Jadi, gaya gempa dapat ditahan lebih baik lantaran kurangnya efek torsi.

Konstruksi Ideal Rumah Tahan Gempa

Sedangkan dari seg konstruksi, struktur bangunan idealnya mampu untuk menyalurkan gaya inersia gempa ke tanah dan pondasi. Dengan demikian, seberapa fleksibel struktur bangunan serta bahan bangunan yang digunakan pun jadi penting.

Pilihan Pondasi yang Digunakan

Seperti yang sudah Anda ketahui, pondasi memainkan peran besar dalam struktur bangunan. Untuk konsep rumah tahan gempa, hal ini bukan pengecualian. Untuk rumah tahan gempa, pondasi juga berfungsi menyalurkan beban ke tanah dan kedalaman minimum idealnya berkisar di antara 60 sampai 75 cm. pondasi juga harus terhubung kuat menggunakan sloof, yaitu dengan membuat angkur dengan jarak 1 meter antara pondasi dan sloof.

Pilihan Beton yang Sesuai

Komponen beton untuk rumah tahan gempa idealnya merupakan komposisi yang tepat dari pasir (agregat halus), air, kerikil (agregat kasar), dan semen untuk mengurangi risiko adanya retakan saat gempa yang dapat menyebabkan beton patah atau runtuh.

Penggunaan Beton Bertulang

Struktur beton bertulang wajib diperhatikan dengan cermat. Pastikan tulangan dihitung dengan teliti untuk menahan beban inersia gempa, dan komposisi campuran beton telah diukur dan dicampur dengan tepat.

Pemilihan Material Bangunan

Pemilihan material yang tepat dalam konsep rumah tahan gempa diperlukan untuk meminimalisir bermacam-macam material yang justru malah menambah beban bangunan saat gempa terjadi. Misalnya, gunakan konstruksi baja ringan untuk atap dang anti bata atau batako dengan bata ringan. Ini untuk meminimalisir efek gempa.

Komponen yang Saling Terikat

Pastikan masing-masing komponen elemen bangunan struktural maupun non-struktural terikat baik untuk bangunan yang kokoh.

bagikan ini