dotcomwebdesign.com

Jasa Desain Rumah Minimalis > Forum Rumah Kita > Konsep Desain Rumah Tahan Gempa
 
 
 
 
 
 
 

Konsep Desain Rumah Tahan Gempa

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang tidak bisa kita prediksi. Secara alamiah fenomena bencana alam tersebut tidak bisa kita hindari. Hal ini disebabkan karena lempeng - lempeng yang berada di kerak bumi bergerak secara aktif. Efek dari pergerakan dan tumbukan antar lempeng inilah yang menghasilkan getaran gempa. Kekuatan alam sebenarnya tidak bisa kita lawan, hanya kita berusaha untuk meminimalisir dampak buruk dari gempa.

Beberapa contoh gempa bumi di Indonesia yang banyak menimbulkan banyak korban jiwa dan harta benda adalah gempa bumi di yogyakarta, padang dan aceh yang disertai dengan tsunami. Kebanyakan korban jiwa yang meninggal diakibatkan karena tertimpa reruntuhan rumah atau bangunan yang tidak kuat menahan getaran gempa. Hal tersebut disebabkan karena rumah atau bangunan tadi belum dirancang untuk dapat menahan beban gempa. Meskipun demikian bukan berarti rumah atau bangunan yang sudah dirancang untuk dapat menahan beban gempa bisa bebas dari dampak buruk gempa. Sekali lagi ini hanyalah upaya untuk meminimalisir efek buruk gempa baik terhadap korban jiwa ataupu harta benda.

Konsep bangunan tahan gempa pada dasarnya adalah upaya untuk membuat bangunan menjadi satu kesatuan yang utuh, yang tidak lepas akibat gempa. Penerapan konsep ini salah satunya adalah membuat ikatan yang baik dan kuat antar elemen - elemen bangunan, pemilihan bahan bangunan yang tepat, dan pelaksanaan yang baik dan sesuai standar.

Elemen - elemen bangunan harus menjadi satu kesatuan yang utuh. Elemen - elemen tersebut antara lain :

1. Pondasi

Pondasi berfungsi untuk menyalurkan beban ke tanah. Pondasi ada yang berupa pondasi batu kali, pondasi telapak, pondasi tiang pancang, dll. Bentuk pondasi ini disesuaikan dengan kebutuhan beban yang ada.

2. Sloof

Posisi sloof berada persis diatas pondasi. Sloof berfungsi sebagai perata beban yang diterima pondasi dan sebagai pengunci dinding. Agar mempunyai ikatan, antar pondasi dan sloof diberi angker. Kesimpulannya sloof berfungsi meratakan beban yang diterima kolom ke pondasi dan menjadi pengikat antar kolom, dinding dan pondasi.

3. Kolom

Jika diibaratkan tubuh manusia, kolom adalah rangka manusia.  Kolom mempunyai fungsi yang sangat penting agar bangunan tidak roboh.  Kolom bisa dibuat dari beton atau kayu,dimensi kolom disesuaikan dengan kebutuhan beban yang ada.

4. Ring Balk

Ringbalk adalah komponen bangunan yang posisinya ada diatas dinding. Ringbalk berfungsi sebagai pengikat dinding dan perata beban diatasnya. Contoh beban yang diterima ringbalk adalah kuda - kuda bangunan.

5. Struktur Atap

Struktur atap terdiri dari kuda - kuda, gording, usuk, reng, jurai,dll. Untuk kuda - kuda bisa terbuat dari beton atau kayu. Selain itu saat ini juga berkembang struktur atap dari baja ringan.

6. Dinding

Dinding sebenarnya bukan bagian dari struktur namun merupakan bagian arsitektural. Dinding berfungsi sebagai pembatas ruangan. Bidang luasan dinding tidak boleh terlalu luas. Batasan umum untuk luasan maksimal bidang dinding adalah 9m2. Namun tentu bisa dibuat lebih besar lagi asalkan secara perhitungan struktur memang memungkinkan. Agar mempunyai ikatan dengan kolom, maka antara dinding dan kolom diberi angker. Angker dibuat dengan jarak tertentu,misalnya angker dipasang setiap jarak 50 cm.

Dalam konsep bangunan tahan gempa,semua elemen tersebut harus menjadi satu kesatuan yang utuh. Sehingga semua elemen harus mempunyai ikatan yang baik dan kuat. Sehingga menjadi penting ketika kita membangun rumah,ikatan antar elemen tersebut menjadi perhatian yang serius.

Semoga bermanfaat

by: www.desainrumahkita.com

* diolah dari berbagai sumber

 

 

 

 

 
 

Banner Or Other Text

 
 
 
 
 
 

Powered By CMSimple.dk | www.desainrumahkita.com 2010-2017, JASA DESAIN RUMAH, JASA DESAIN RUMAH MURAH, JASA DESAIN RUMAH ONLINE